Puisi : Peluklah hatiku

Aku jika bisa mahu jauh dari semua manusia

Aku jika bisa mahu pergi dari dunia yang menipu hati dan jiwa

Aku jika bisa mahu lari dari dunia yang mengagungkan rupa

Dunia yang melihat tinggi jenama-jenama

Dan hormat tertumpah kepada orang berharta

Tidak.Aku tidak pandai berpura

Aku tidak pandai mengatur kata menyoal itu ini dengan manusia

Apa lagi membuat orang-orang bahagia dengan musika

Seperti layaknya Yiruma dengan pianonya

Aku tidak pandai untuk membuka tirai jiwa dan menjadi ramah sentiasa

Hanya aku di ceruk sudut bilik menyembunyikan diri dari dunia

Manik peluh dan airmata,semuanya lambang duka dan luka

Orang melihatku lalu berlalu tanpa kata

Lalu aku lari ke ceruk dunia

Membawa minda melayang entah ke mana

Selesai semua,aku buka kitab kata-kata Sang Pencipta

Semuanya sempurna,aku senyum tanda bahagia

Ada air mata yang bergenang dengan hati yang esak mengemis cinta-NYA

Ada yang mahu bicara dengan aku,sang tiada jiwa dan kata

Ceritanya lebih menarik dan lebih nyata

Buat aku terfikir,lama aku tinggalkan DIA

Untuk dunia yang tidak seberapa

Kata-kata DIA buat hati jadi tenang,lupa semuanya tentang mereka yang sedang bergelak ketawa

Mengejek aku yang dianggap skema

Cerita DIA tentang bijaknya pesuruh-NYA

Seorang Yusuf a.s yang pandai mentakwil mimpi raja

Akhirnya dilantik menjadi pembesar Negara

Lebih menarik dari cerita mereka

Tentang tipu daya dunia

Bicara soal hati,perasaan,suka,benci dan cinta yang kosong isinya

Yang pasti aku ada DIA untuk sandarkan jiwa

Sayang dan cinta-NYA terpancar dalam bait-bait kata

Bertaubatlah, mendekatlah , menangislah ; pesan DIA

Kerana janji-NYA, DIA ada untuk kita

Selalu ada untuk beri ampunan kepada dosa-dosa yang menggunung tiada tara

Peluklah erat hati ku ini wahai sang Pencipta yang penuh cinta

Peluklah hatiku agar aku tidak mengidam cerita-cerita dunia

Agar aku tidak iri melihat mereka yang bergelak ketawa membawa cerita

Agar tiada lagi airmata tatkala mereka menyindirku menjadi budak yang bisu kata

Bicara dan nasihat indah-MU ternyata menusuk jiwa

Buat aku mahu menyendiri dan menulis tiada hentinya

Tentang betapa cinta agung itu ada

Hanya kita, sama ada buta mencarinya atau masih leka dengan cerita-cerita hedonis semata

Peluklah hatiku agar aku tidak layu sebelum masa

Peluklah hatiku wahai Tuhanku yang Maha Esa

Advertisements

Speak your mind here! :]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s