33 : 41- 43

Bismillah.

It is 2.26 a.m and I am still awake. I have to replace the time that I wasted just now for the Running Man and some short movies that made me drown into. Haha and well, tomorrow I have no class :D

This is the last time I’m doing that silly activities. InsyaAllah!

Enough with that.That is not my main point ^^.

Actually, this week, I am dating with Surah Al-Ahzab which is really beautiful and shame on me that I took more than a week to finish this 73 verses’ Surah plus its translations.

Have you ever experinced that; when you feel something unpleasant like your iman level dropped or you experienced some disturbance of focus or whatsoever, and you open up al-Quran, the verse you read is just fit your condition. It just fit!

It’s like Allah talking to you directly *indeed,Allah is*. But the way HE automatically ‘shoot’ your heart is like…. yeahh! that feeling.

Have you?

I experienced it so many times included today. HE ‘shoot’ my heart with verses 41-43. Directly and I just feel like I am so special. Allah loves me!

HE said that the believers should remember HIM as much as they can in the morning and evening. HE will forgive them and take them out from the darkness to the very bright nur and HE is the Most Loving to the believers.

When you feel that you have a distance between ALLAH, it is your biggest problem. Since ALLAH hasn’t move even an inch from you, so, who makes the distance? Yourself.

Sometimes, you feel that the world is against you. You get low marks, your days are sucks, your grade or pointer is getting worse, the relationship or friendship makes you in trouble state and above all, keep remembering ALLAH.

HE tests you and forgive you. The more you redha and patience, the more your sins have been forgiven. But, for sure you have to keep in doing effort to improve yourself and everything.

It is like “Don’t worry,keep remembering me and everything will be just fine”.

Allahuakbar.

That is the thing that we often forget about. We are busy finding a true friend to talk to, to listen to, to advice and to help us resolve our problems.Most of us do find Allah when all the ways are not work.Sometimes, we put Allah at the very last line.

Astaghfirullah. That’s the biggest flaw of us.

Start now on, put ALLAH on the top of our priorities. If there’s a problem, put the first hope on ALLAH  ; not your lecturers or friends. If you feel ‘unpleasant’ don’t wait for tomorrow. Open up al-Quran and keep build up your iman and taqwa.

Till then, let us improve ourselves to the better way. May ALLAH bless and forgive us.

Semangat yah!

bbb

Mystery_Writer

Astonishing and attracting

amusing

silent-midnight typewriter

walk in the crowded street

watching peoples as idea

or just take the feel as its ink

love the grass smell

or maybe how the bitter sweet coffee does

and love silent.

music,too

a mild one,may be

love words and arts in it

deadly in love with books

and surely, love rain

and the drops

mystery; sometimes  its good to keep people loving.

share it

even to the clouds and sky

[translated]

and the moment it reveals,I will be seeing ; from far and smile

and say..

err,.

because i know i will be seeing from far.

tumblr_m9tvu5eVl41qi1kpxo1_500

Grab the rewards!!

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan muslim,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan mukmin,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan  yang tetap dalam ketaatannya,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan  yang benar,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan  yang sabar,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan  yang khusyuk,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan  yang bersedekah,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan yang berpuasa,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan yang memelihara kehormatannya,

Lelaki-lelaki dan perempuan-perempuan yang banyak menyebut nama Allah

Allah telah menyediakan untuk mereka pahala dan ampunan yang besar.

(al-Ahzab ; 35)

***

Indeed, the Muslim men and Muslim women,

the believing men and believing women,

the obedient men and obedient women,

the truthful men and truthful women,

the patient men and patient women,

the humble men and humble women,

the charitable men and charitable women,

the fasting men and fasting women,

the men who guard their private parts and the women who do so,

and the men who remember Allah often and the women who do so

for them Allah has prepared forgiveness and a great reward.

(Al Ahzab ; 35)

comelss, hee
comelss, hee^^

Puisi : H U J A N

Hujan

aku teringat bagaimana kata-katanya menari gemalai saat hujan

Kadang dia berpuisi ditujukan kepada hujan dan rintikan

Kadang dia samakan suara hatinya dengan hujan

dan kadang tiada kata, yang ada hanya hujan

Sepi

dan mungkin saat itulah giliran aku pula untuk berpuisi

Membiarkan kata dan metafora ku pula yang menari

hujan, adakah engkau terima bait puisinya?

kerana sudah sekian lama aku tidak menjamah aksara darinya

Aku ialah sang pemuisi sehinggalah saat hujan berhenti

dan mungkin dia berpuisi saat teriknya mentari

bukan lagi saat guyurnya hujan di tengah hari seperti ini

aku masih berpuisi

sehinggalah hujan ini berhenti.

Cute_Flowers_by_a_dinosawr_rawrs

Salam dari Laut

Satu ombak besar menuju ke arahnya. Kakinya bagaikan terpaku.Tidak pernah dia melihat ombak seaneh itu. Besarnya bukan seperti tsunami, tetapi cukup besar untuk menelan dirinya. Ombak itu seterusnya membentuk terowong yang tidak berdinding,dia seakan-akan disedut ke dalam terowong itu dan untuk menahan dirinya untuk kekal atas pohon reput tempat dia duduk itu seakan tidak mungkin.

Bamm! Absyar terasa dirinya dihempap. Dia membuka matanya. Di sekelilingnya ialah air dan yang peliknya, matanya dapat dibuka tanpa air masuk kedalamnya. Dirinya tidak lemas dan terasa bagai berada dalam satu bilik kaca. Bilik kaca yang terdampar di dasar lautan. Mulutnya melopong melihat keadaan di luar bilik kaca itu yang bagaikan tempat pelupusan sampah yang busuk dan kotor. Tidak cukup dengan itu, dia melihat ‘mayat’ penyu dan dugong yang masing-masing disaluti plastik di kepalanya dan banyak lagi ‘kematian’ yang dahsyat.

Satu suara yang nyaring menyapa telinga Absyar. “Engkau, manusia. Apa yang telah kau lakukan?”.

Absyar tertunduk.

***

Jika saya, kamu dan kita ialah Absyar, yang ditanya oleh makluk laut itu tentang perbuatan kita mencabul keindahan laut dan pantai dan seisinya,apakah jawapan yang paling releven untuk kita jawab?

Erm.

“Kami lah yang membuang plastik sesuka hati”

“Kami lah yang menumpahkan minyak tanpa berfikir”

“Kami lah yang melakukan pembakaran terbuka”

Malu jika jawapan sebegitu terpacul dari mulut kita, bukan?

Sedangkan satu alam mengetahui bahawa kita, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, bukan secara sia-sia dan main-main bahkan, mempunyai peranan dan matlamat yang tertentu.

Firman Allah SWT yang bermasud :

Adakah kamu menyangka bahawa Kami menciptakan kamu (dari tiada kepada ada) hanya saja-saja (sia-sia tanpa ada sesuatu hikmah pada penciptaan itu?) dan kamu (menyangka pula) kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”

(Al-Mu’minun:115)

Tugas khalifah ialah untuk mentadbir, mengurus dan membangunkan bumi ini mengikut syariat dan peraturan Allah dan juga sebagai hamba yang sentiasa beribadah kepada-Nya.

Malu jika khalifah-khalifah ini membuat onar dalam ekosistem sendiri sedangkan khalifah yang sebenar ialah khalifah yang mentadbir bumi dan memimpin diri dan masyarakat ke arah jalan yang terpelihara. Bukanlah bernama khalifah yang baik jika perbuatan tangan khalifah sendiri mencerminkan kemusnahan alam di masa akan datang.

Manusia VS Alam

Manusia berlawan dengan alam untuk membangunkan pembangunan yang pesat lagi moden dan seringkali di kawasan tepi pantai atau kawasan yang berbukit indah menjadi pilihan. Cantik? Ya,memang cantik tetapi dalam jangka masa satu atau dua tahun lagi, bukit itu akan terhakis dek kegelongsoran tanah dan pantai akan tercemar seterusnya mengurangkan biodiversiti yang terkandung dalam alam laut itu sendiri.

Tatkala itu, mungkin anak cucu kita akan jarang-jarang melihat kecantikan terumbu karang dan keunikan cara ikan berenang. Atau mungkin sahaja anak-anak kita tidak tahu wajahnya dugong dan ikan nemo.

Ketinggian suhu yang mengundang peluh berbaldi ialah salah satu ‘simptom’ kesakitan bumi ini. Bumi tidak akan semakin sejuk,malah akan lebih menggelegak.

Perlawanan manusia dan alam? Manusia bisa menang tapi alam tidak akan pernah kalah dan manusia suatu hari nanti akan terduduk dengan kemenangannya ; menyesal kerana memilih jalan kemenangan.

Tindakan kita. Orang muda.

Kita, orang muda ialah harapan laut. Tiada guna jika masa muda kita digunakan semata untuk marathon movie, melepak di kaki lima shopping complex, menangis putusnya cinta atau duduk termenung menunggu bakal imam dan makmum. Sia-sialah kehidupan anak muda jika gaya hidup sebegitu telah sebati dalam jiwa.

Sementara itu, mulalah belajar untuk mengenali alam persekitaran dan cara untuk mengekalkannya.Belajarlah apa yang disukai dan apa yang dibencinya supaya apabila kita berdiri di hadapan Pencipta kita nanti, kita boleh menjawab perihal usaha kita mentadbir alam.

Sekarang,tugas utama kita ialah untuk mengaut ilmu sebanyak-banyaknya sebagai modal untuk kita menjadi pemimpin negara suatu hari nanti lalu mengatur dan menyusun kembali corak pembangunan alam supaya tidak mengoyakkan lagi luka yang berdarah di wajah lautan.

Agar apabila salam dari laut itu menyapa, setidak-tidaknya kita punya jawapan yang merefleksasikan usaha kita ; bukan diam membisu menangis tiada kata.

Salam dari laut. Daripada diatom yang sepi berfotosintesis sehinggalah kepada manjanya singa laut di atas hamparan ais yang berbatu.

Harapan itu terletak di atas pundak kita.

Salam dari laut.
Salam dari laut.

Sebab kita belum bersedia..

Bercita-citalah! Bermimpilah!

“Seruan” yang sering  didengar akhir-akhir ini. Ya.Sudah ramai yang mula mengajak manusia untuk bercita-cita.

Bercerita tentang cita-cita engkau..hmm..

Ia semakin memudar.

Bukan engkau yang memudarkan cita-cita itu,dan bukan juga engkau tidak cukup semangat untuk menggapainya. Tidak.

Cuma, engkau rasa,kudrat kau tak mampu untuk berusaha mencapainya. Engkau sudah mencuba pelbagai cara tetapi engkau rasa seperti ada sebuah dinding besar dan tinggi yang menjadi penghalang. Kau rasa sedih dan kadang, kau menangis hiba di penjuru bilik engkau. Semuanya memudar. Seperti senja yang semakin berlabuh.Menggamit kelam yang semakin pekat,

*Pernah rasa begitu?*

Lumrah dalam bercita-cita. Ada yang tercapai, ada yang tidak tercapai dan ada yang lambat tercapai. Ramai orang, bila bercita-cita, mahukan kejayaan serta merta dan ramai juga yang idamkan itu ini tapi usaha? Tak seberapa.

Tapi,izni, kalau usaha kuat tapi tak capai-capai juga?

Ok. Itu bonus untuk awak. Berusaha tapi tak tercapai juga, mungkin Allah nak bagi awak double triple kejayaan nanti. Satu sahaja yang perlu diingat yang Allah TIDAK AKAN meninggalkan hamba-NYA seorang,terkontang kanting sedih pilu dan hiba selamanya.

Konsep itu perlu diingat,baru kita akan rasa bersemangat untuk lalui ujian yang DIA bagi. Memang, kadang-kadang, kita rasa cemburu melihat kawan-kawan yang berjaya dalam pelajaran, cantik sehingga menjadi model, bernikah awal, maju dalam perniagaan dan sebagainya. Dalam diam, mungkin kita rasa “Bestnya kalau aku jadi macam tu”.

Persoalannya, kenapa kita tidak menjadi seperti itu?

Jawapnnya ialah sebab kita belum bersedia.

Kalau kita menerima kejayaan seperti itu, mungkin kita akan terlalu sibuk sehinggakan pelajaran,dan kehidupan semuanya tidak teratur. Mungkin juga kita akan lalai dengan urusan-urusan itu sehinggakan amal ibadah terpelanting,berselerakan. Bukan kita tidak layak menerimanya cuma kita belum bersedia dan once kita dah bersedia dan Allah tahu kita boleh handle, masa itu DIA akan bagi seiring dengan usaha yang  kita lakukan.

Sebab kita belum bersedia, sebab itu Allah hold sekejap cita-cita kita. Kenapa nak sedih dan ragu? Allah yang cipta kita, DIA tahu apa yang terbaik untuk hamba-NYA.

Dalam kita meniti holding process itulah, ALLAH menilai kita. Sama ada kita berhenti berusaha dan berdoa atau kita tetap bersemangat dan terus berdoa. Kata ringkasnya, bagaimana kita menempuhi ujian tersebut. Dengan keimanan atau dengan keluhan dan kekufuran? Muhasabah diri itu perlu untuk melihat sejauh mana hati kita pergi.

Cita-cita itu tak sepatutnya memudar,kawan.

Kita punya jalan lain-lain. Mungkin dia simpang itu, kita simpang ini.

Allah knows, but we never know.

154513_316138631819852_812114366_n
Al Balad | 4