Gempa Aceh 2004

Getaran Gempa sepertinya tidak akan berhenti lagi. Malam sudah larut. Suasana dingin. Pekat. Sunyi. Dan kami memutuskan untuk tidak tidur sampai pagi.

Manusia mana yang bisa memejam dengan tenang, sedangkan gempa seperti tidak akan berhenti. Semuanya pusing dan kebingungan. Jika gempa tiba, diantara abg-abg pasti ada yg melantunkan azan.

Disebelah sana, Tangisan tidak lagi menarik perhatian. Ribuan mayat yg baru dikumpulkan belum ada tanda-tanda dimakamkan. Sedang saya, entah akan berjumpa lagi dengan Ibu entah tidak.

Malam, 26 Desember 2004.
Lambaroe Cafee

image

***
Sorry for my former behaviour of immatured and impatience. I’m different now, for your information.
So, Allah knows best right?  🙂

Advertisements

Speak your mind here! :]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s