Kembara

untuk bayu dingin yang semakin menipis ditelan mentari

lalu hari beransur panas dan bayu lain pula menunggu gilir

untuk embun yang sekejap sahaja hinggap di hujung rumput

lalu datang rerama memecah buihnya, atau bila angin tidak sengaja membawanya pergi

untuk wap-wap pagi tersebar seni atas tingkap hari

untuk kekosongan, yang seperti kau renung ke atas siling putih setiap waktu bangunmu

untuk bunga yang mekar dalam kesibukanmu

dan seperti waktu yang berdetik-detik seiring langkahmu

cekallah dalam setiap derapanmu

Kembaramu akan disambut dihujung sini

di satu titik yang bersilang

denai itu akan kita lalui, mengenang dan bercerita kembali

kisah kembara mu

kisah kembara aku

W3-Word-flower

Advertisements

Speak your mind here! :]

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s