Ramadhan : A Gateway

Bismillah.

Alhamdulillah, we will reach Ramadhan very soon and let us pray for Allah to make our heart alive along the Ramadhan as well as post-Ramadhan. Ramadhan is often to be called as a gateway of changing and improving.On top of that, it really doesn’t work much if the improvement or the changing is fail to be maintained on the following months.However, to change in Ramadhan is really a rahmah and privilege to have rather than being the same without any improvement ; just like our ‘before’.

Pre-Ramadhan

Among the twelve months, Ramadhan is the best month on the planet. We had gone through a lot of hardship, battleship of the nafs and everything that build and destruct ourselves.When it comes to Ramadhan, it is our time to reflect back our deeds. If before this, we performed our prayers in rushing and seldom put our hands together to pray, in Ramadhan, we have to make a move.  If before this we feel that to pray and perform tahajud is such a huge and heavy things to do, this Ramadhan, push your self up. Don’t let yourself being the same as before.Be better!

If we ever feel that in those earlier months before Ramadhan, we were too busy of our business until it is too little time spent for Allah and we felt something like a gap between us and Allah ; this is the right time for us to spend time, improve our deeds and taqarrub with HIM. No time, too? Be creative. It doesn’t need for us to stay sit on our prayer mat in order to perform our ibadah. It is always a chance and thousand ways for those who want to become a better slave of Allah. Shortly, something should be improved by this coming Ramadhan.

Reading time!

What I love most about Ramadhan is that, time is being long. It is not the result of solstice or whatsoever (no such thing in Malaysia)  but it is the result whereby a lot of our routine had reduced. To be particular, it is our eating time! We tend to keep thinking about filling our stomach full and what’s next to be eaten. In Ramadhan, everybody is fasting and we unconsciously have a lot of time.

The time can be used to have a good reading of Al-Quran or anything beneficial to our soul and life. Reduce talking and gossiping, maximising reading and understanding. Read the translation of Al-Quran if we hardly understand the Arabic words of it. Seek the love of Allah and pray and pray.Allah is all-listening and Ramadhan is very a good time to pray. Grab the chance!

Istiqamah doing the change and InsyaAllah, the following months after Ramadhan, you can feel the change. Something is renew and it is Imaan. Retain and build it up by keep continuing the deeds, just like we’re in Ramadhan. What matter most is our understanding about the words and orders of Allah, not about how fast we can finish reading the Al-Quran. If so, we tend to read Al-Quran in rushing way and at last, nothing can be gain or felt. That is a waste for our soul.

A Gateway

It is good for us to keep reminding that Ramadhan is a great gateway for us to be better. Why? Because it is easier,dude! Syaitan had been in prison and we have less enemy alive except ourselves. Fight with our self is indeed a true battleship of Ramadhan and the true winner will be revealed in the following eleven months right after the Ramadhan.

Prophet Muhammad (peace be upon him) said that Paradise is surrounded by hardship and the Hell-fire is surrounded by temptation

So, struggle against ourselves and do things that please Allah, not human being.

Until then, have a soul-changing Ramadhan, fellas 🙂

Ramadhan is a beautiful gateway.
Ramadhan is a beautiful gateway.

Puisi : Peluklah hatiku

Aku jika bisa mahu jauh dari semua manusia

Aku jika bisa mahu pergi dari dunia yang menipu hati dan jiwa

Aku jika bisa mahu lari dari dunia yang mengagungkan rupa

Dunia yang melihat tinggi jenama-jenama

Dan hormat tertumpah kepada orang berharta

Tidak.Aku tidak pandai berpura

Aku tidak pandai mengatur kata menyoal itu ini dengan manusia

Apa lagi membuat orang-orang bahagia dengan musika

Seperti layaknya Yiruma dengan pianonya

Aku tidak pandai untuk membuka tirai jiwa dan menjadi ramah sentiasa

Hanya aku di ceruk sudut bilik menyembunyikan diri dari dunia

Manik peluh dan airmata,semuanya lambang duka dan luka

Orang melihatku lalu berlalu tanpa kata

Lalu aku lari ke ceruk dunia

Membawa minda melayang entah ke mana

Selesai semua,aku buka kitab kata-kata Sang Pencipta

Semuanya sempurna,aku senyum tanda bahagia

Ada air mata yang bergenang dengan hati yang esak mengemis cinta-NYA

Ada yang mahu bicara dengan aku,sang tiada jiwa dan kata

Ceritanya lebih menarik dan lebih nyata

Buat aku terfikir,lama aku tinggalkan DIA

Untuk dunia yang tidak seberapa

Kata-kata DIA buat hati jadi tenang,lupa semuanya tentang mereka yang sedang bergelak ketawa

Mengejek aku yang dianggap skema

Cerita DIA tentang bijaknya pesuruh-NYA

Seorang Yusuf a.s yang pandai mentakwil mimpi raja

Akhirnya dilantik menjadi pembesar Negara

Lebih menarik dari cerita mereka

Tentang tipu daya dunia

Bicara soal hati,perasaan,suka,benci dan cinta yang kosong isinya

Yang pasti aku ada DIA untuk sandarkan jiwa

Sayang dan cinta-NYA terpancar dalam bait-bait kata

Bertaubatlah, mendekatlah , menangislah ; pesan DIA

Kerana janji-NYA, DIA ada untuk kita

Selalu ada untuk beri ampunan kepada dosa-dosa yang menggunung tiada tara

Peluklah erat hati ku ini wahai sang Pencipta yang penuh cinta

Peluklah hatiku agar aku tidak mengidam cerita-cerita dunia

Agar aku tidak iri melihat mereka yang bergelak ketawa membawa cerita

Agar tiada lagi airmata tatkala mereka menyindirku menjadi budak yang bisu kata

Bicara dan nasihat indah-MU ternyata menusuk jiwa

Buat aku mahu menyendiri dan menulis tiada hentinya

Tentang betapa cinta agung itu ada

Hanya kita, sama ada buta mencarinya atau masih leka dengan cerita-cerita hedonis semata

Peluklah hatiku agar aku tidak layu sebelum masa

Peluklah hatiku wahai Tuhanku yang Maha Esa

Contohi Nabi Nuh a.s

Seriously kagum dengan Nabi Nuh a.s ! Baginda tak pernah putus asa ajak berdakwah ajak kaumnya beriman sampai 950 tahun lamanya.Walaupun kaumnya kata baginda ahli sihir,gila dan even more.Sampai ada yang ugut baginda :

 “Wahai Nuh! Sungguh,jika engkau tidak berhenti,nescaya engkau termasuk orang yg direjam”

Dan akhirnya,setelah tiba azab ALLAH,kaumnya yang beriman diselamatkan dengan bahtera yang dibuat Nabi Nuh dan yang ingkar ditenggelamkan dengan banjir besar.Isterinya juga termasuk orang yang ditenggelamkan.

Semoga kita selalu berada dalam bahtera Islam,Iman dan Takwa.
Jika bahtera kita masih tidak kukuh,lets start repairing now.Still have time!

Kenapa nabi-nabi tak pernah putus asa berdakwah beratus-ratus tahun wpun sikit yang beriman?Walaupun dihina,dicaci,disakiti?

Dan ketahuilah! Mereka itu ada matlamat yang lebih besar. Manusia yang bermatlamat susah berputus asa. Bila matlamat kepada ALLAH dan Firdausi lebih besar dari segala,ujian dunia yang sedikit tidak memberi apa-apa kesan,malah menjadikan diri lebih kuat.

InsyaALLAH.

Image